Jumat, 24 Oktober 2008

pulang kampung 2008 (1)

Sesuai rencana, lebaran iedul fitri tahun 2008 M atau 1429 Hijiriah, kami sekeluarga berencana pulang kampung ke "dusun/desa" di Palembang, hal ini diberatkan untuk dilaksanakan berhubung pada tahun sebelumnya..kami sekeluarga memilih lebaran di jakarta..(meskipun...tinggal dan ber KTP di bekasi......tetep aja...ngakunya tinggal di jakarta..)

persiapan dan penentuan tanggal keberangkatan pulang kampung... telah disepakati mulai minggu-minggu pertama puasa.....dan kesepakatannya adalah pulang mudik...akan ditempuh menggunakan moda transportasi darat...dan di putuskan untuk membawa kendaraan sendiri...yakni si "nova" . salah satu pertimbangannya adanya...., lebih nyantai...lebih flexible.....dan mungkin sekali untuk lebih hemat........(bila dibanding...naek pesawat...yg maan harga saat menjelang lebaran...bisa double-double...yang biasanya sekitar 400 ribuan per pax...mungkin peak season saat lebaran bisa mencapai....750 sampai 1 jeti...(katanya..)

dan rute perjalanan, time skedul perjalanan, teman konvoi serta passanger yang telah di kompromikan dengan "kak di" (iparku, suaminya ayuk lina).
pada awalnya di rencanakan konvoinya hanya 2 mobil...yakni...si Nova dan Serena nya Kakdi, namun alhamdulillah menjelang pertengahan dan akhir puasa...teman konvoi bertambah menjadi 5 kendaraan, yakni bang syarif dan bang dokter hasyim (adiknya kak di) serta bang Yos...(adik ku)...

rute perjalanan pun sudah di sepakati yakni dari jakarta akan mampir dan menginap dulu di bandar lampung.., dengan pertimbang....antisipasi...macetnya jalur di pelabuhan merak, serta agar supaya perjalanan pulang mudik tidak terlalu terasa menyiksa....sehingga perlu di bikin rileks..., apalagi saat ini lagi shaum (puasa) untuk itu juga telah disepakati dan dibooking penginapan di lampung...yakni akan menginap di hotel anungrah...(three star) yang baru launching awal April 2008 kemaren...dipilih karena baru dan harganya hampir sama dng hotel karunia perdana / dua yang biasanya kami inapin kalo mamping di bandar lampung

acara booking-booking hotel telah di"bereskan" oleh kakdi, dengan membooking 9 kamar
dan disepakati kami sendiri membooking 2 kamar standar dgn tarif sekitar...250 rebu permalam/perkamar. termasuk makan pagi / sahur.....harga segini..mungkin karena masa promosi ..dan juga jatuhnya di week end priode..dan juga mungkin karena keluarga kakdi kenal dengan pemilik hotel tersebut...

waktu perjalanan pun disepakati yakni pada hari minggu 28 September 2008 pagi.......kira-kira H-3 lebaran, pertimbanganya...adalah...libur kerja baru hari jum'at kemaren...dan lebarannya baru hari rabu besok...maka di ambil tengah-tengahnya....dan lagian kalo milih sabtu...mungkin diperkirakan puncak arus mudik....

rencananya...berangkat dari rumah....sekitar jam 5 - 6.00 setelah sahur.... supaya nyampe dilampung paling telat sebelum berbuka puasa..., karena kita berusaha untuk tidak memecahkan puasa artinya perjalanan jauh dengan tetap menunaikan ibadah puasa..
...meskipun ada kalangan yang berpendapat bahwa kalo musafir...sebaiknya atau tidak per berpuasa...namun kami memegang pendapat...kalo memang sanggup berpuasa kenapa tidak.....asaal tidak membahayakan perjalanan....

bersambung...

Mudik Lebaran 2008

Setelah selesai ber lebaran di pelembang,,, tgl. 7 Okt 08, kami sekeluargo balek lagi ke jakarta dengen sang "Kijang" dan meski awalnya bimbang...akhirnyo..diputusken lewat jalur baru (mungkin bagi sementara orang bukan jalur baru lagi..), yakni jalur pantai timur sumatera...

kebimbangan muncul disebabkan beberapa hal. pertama ya...idak katek kawan konvoi, kedua jalurnya belum pernah di coba sebelumnya.., ketiga info yang diterima masih simpang siur...(ada yang bilang rekomendeg ada yg sebaliknya..)

tepat jam 06.08 pagi.. dengan memohon doa keselamatan dari " Sang Pencipta "sang "kijang" meluncur meninggalkan jembatan ogan kertapati, mengangkut 6 personil ( 1 lanang dengan 5 perempuan...) pas untuk ukuran muatan sang "kijang", berangkat dipagi hari dari pelembang memang sangat di rekomendasikan bila mau menjelajahi jalur darat pelembang ke jakarta (jawa pada umumnya) karena, lebih segar, lebih ada pemandangan..(meskipun...masih bisa dipertanyakan ..pemandangannya yang mana.ya...?) dan kata orang lebih aman..bila menjelajahi daratan sumatera di siang hari... (nah loh........)

semula direncanakan meninggalkan pelembang pas selesai subuh..(jam 5.00 an), namun karena masalah hana-hini,,,sehingga agak molor sedikit...

Selepas..dari Palembang coret , dan tangki di isi penuh..... (kalo sang kijang bisa minum Pertamax....disarankan untuk mengisi / minimal mencampur premium dengan pertamax..25 % - 75 % .)... ..sang "kijang" baru bisa di geber......, namun inget pesan ortu "hat-hati lah, dan jangan ngebut, akhir nya...perjalanan dilanjutkan dengan agak nyantai...........dan lagian catatan...bahwa jalur Palembang....Kayu agung.....kita mesti....extra hati-hati dan bersabar.......karena, jalanan sempit, angkot / angping berhenti sekehendak udelnya...dan bila berada di belakang Truk membawa material....menjengkelkan..., banyak kendaraan motor / motor becak...

untuk itulah..kalo mau jalanan agak lapang..maka berangkat dari palembang baiknya setelah subuh...05.30..karena jalanan masih sepi...(namun ingat...pula) pada jam-jam tersebut....BUS-BUS MALAM AKAP mulai memasuki Kayu Agung - Palembang dari Arah Berlawanan.

dan satu catatan...INFO ...sepanjang perjalanan Plg - Kayu Agung....mungkin ada berlintasan dengan sekitar lebih dari 10 BUS LORENA......(apakah artinya ..mengindikasikan masa keemasan BUS MANIA AKAP mulai bangkit kembali..............mohon di tanggapi oleh Bung EG.)

Setelah sempat...uber-uberan serta "umpet-umpetan"dengan konvoi 6 truck membawa material Batu Kali / Koral disekitar Sp. Meranjat - Tj Rajo...hingga Kayu Agung...maka pas jam 07.30..pagi Alhamdulillah...memasuki dan mulai meninggalkan Kayu Agung......

Jalanan relatif lebih lapang...dan sang kijang...dengan campuran pertamaxnya mulai menunjukkan kapasitasnya.........jalanan ok banget...mulus...walaupun disana sini ada juga..yang agak tidak rata....

setelah melewati RM makan padang...(kalo ngak salah Siang Malam)...kami rest sebentar Pit Stop Pertama di Pom Bensin....(maklum...bawak anak-anak dan ortu juga) ...dan ....Kamar mandi nya ok juga tuh....(artinya ada airnya,.dan cukup bersih..) namun siapkan "secengan"...itung-itung untuk amal dan biaya pembersihan.....

Perjalanan dilanjutkan....dengan perasaan lebih lapang...karena lalu lintas tidak begitu ramai....hanya sekali-sekali berlintasan dgn BUS AKAP maupun BUs AKDP, dan hari itu...kami masih serig beriringan dengan Pemudik-Pemudik..yang mau pulang ke perantauan...hal ini terlihat dari Plat nomor polisinya...yang berawalan...B....F...D...L... maupun BE...

sepanjang perjalanan...dengan cuaca yang sangat cerah cenderung panas....kami meneruskan..perjalanan..dikanan kiri jalan yang terlihat sawah-sawah yang sudah selesai di panen...di sepanjang perjalanan sudah sangat banyak Pom-POm Bensin yang berdiri dan rata-rata buka semua...(hal ini berbeda dgn perjalananan menjelajah lintas timur pada awal..awal (kalo ngak salah) tahun 91-92 , dimana masih sangat minim Pom Bensinnya.. dan juga Rumah-rumah makan nya sudah banyak dan sepertinya cukup representatif.......

Didalam mobil anak-anak berebut..mau muterin lagu-lagu kesukaan masing-masing...di sulung mau denger lagunya bule...MHR (kalo ngak salah...musicnya schoooll....apa,,,gitu...) sedang kan sang adik masih ngebet-ngebetnya...lagu Yovie n Nuno.......waduh...rameh lah......akhirnya....ikut in kehendak ortunya...muterin..MP3 nya Iwan Fals........

Perjalananan Ky Agung - Perbatasan Sumsel-Lampung melewati beberapa desa / pasar-pasar yang cukup sibuk di pagi hari sehingga...kita mesti bersabar........namun ada pertanyaan..yang berkecamuk di benak...selama melewati pasar-pasar tersebut...di kiri kanan...terlihat banyak sekali orang berjualan buah-buahan..jeruk, apel.....dsb...produk dari mana..ya.....? lokal sekitar...atau di bawak/impor dari LN melalui Plg atau lampung.....? (mudah-mudahan buah-buahan tersebut adalah produk lokal sekitar)

Selepas dari Perbatasan Sumsel-Lampung..(kalo ngak salah KM 150-170...an....)...sekitar jam 9 an, jalanan agak sedikit bergelombang...(alhamdulillan SUmsel better than lampung),..dan sesuai pesan teman bahwa sebelum memasuki Jalur Lintas Pantai Timur sebaiknya Tanki di isi penuh...., maka kami menuju Pit STOP kedua..di Pom Bensin sebelah kanan setelah Perbatasan...( dan disini..lumayan Toilet nya air nya jernih sekali...) bersih....dan lagi-lagi siapin "secengan". disini dan setelah Tangki di Premium...di isi .full (info....PERTAMAX sangat jarang ditemukan) kami melanjutkan perjalanan

Berdasarkan info sebelumnya...bahwa simpang Jalur Pantai TImur SUmatera berada di sekitar KM 200 dari Palembang...maka mulai konsentrasi melihat persimpangan yang ada tanda Jalan..(takut...ke babalasan..)...eh ternyata...di KM 200.....210...225...250...pun kami belum menemukan persimpangan tersebut...) da setelah melewati Desa Simpang Pematang....di KM 259....ada Baliho/ Banner Besar yang menunjukkan adanya jalur alternatif dari Lintas Timur menuju Langsung Bakauheni.. dan saat itu jam menunjukkan pukul 10.45 WIB

Banner/ Baliho tersebut berisikan promosi jalur alternatif baru...lebih kurang kalimatnya...Keuntungan yang diperoleh bila menggunakan jalur alternatif lewat jalur pantai timur sumatera adalah :
1. Lebih singkat 1 jam dibanding jalur biasa
2. Pemandangan lebih indah
3. lebih Aman
4. dll.

keraguan sempat muncul...karena kalo jam 10.45 masih di Simpang Pematang, nah ISHOMA di mana...? adakah...Restoran/rest area/Pit Stop yang nyaman, minimal sama seperti yg tersedia di Bandar Jaya (restoran Ayam bakar apa ya..? hayamwuruk, gajahmada...atau apa ya,,,lupa tuh..) ? dan setelah koordinasi interal..melihat stock ransum...maka Tekad untuk melewati Jalur Alternatif Pantai Timur sudah bulat...dan sudah bilang dgn anak-anak bahwa kita akan makan siang pada jam 2.0 atau jam 3.00 siang ...ALhamdulillah mereka bersedia

Tepat jam 10.45...selepas Simpang Pematang.....atau sebelum Menggala..(dari Palembang) sang "Kijang" belok kiri...mulai memasuki jalur alternatif...lintas pantai timur sumatera....dan disambut dengan hamparan kebun yang habis di panen...(seperti nya kebun tebu ...atau...apa ya,?), dan mulusnya jalan aspal yang lurus menghadang di depan......dan seperti memasuki nuansa jalan TOL Cipularang......lurus...mulus...lenggang....dan dua jalur...terpisah.....

dan tak terasa sang kijang....speedometernyo...menapak di 100....110....120.....130....13....(eit.....dak berani lagi...karena ternyato masih ado beberapa motor yang melintas......dan perlu hati-hati juga, karena ada beberapa perempatan jalan...yang walaupun sepi...tetapi tetap harus diwaspadai....karena takutnyo...ada kendaraan lain yang melintas..........kondisi jalannya masih lenggang......dan tetap bisa di geber, yang menjadi catatan adalah....jalan tersebut masih tidak dilengkapi lampu penerangan...dan masih minimnya petunjuk...lalu lintas...(jadi....sangat disarankan untuk berjalan di siang hari......

Mulusnya jalan serta lenggangnya jalanann...terus dapat dinikmati ...mulai menemui perempatan di sekitar Bandar Jaya (bisa tembus Bandar Jaya)....menapak pasti terus...ke Sukadana. selama di perjalanan Sudah ada beberapa Pom Bensin Yang buka..., pom bensin pertama...masih under construction......., namun selanjutnya pom bensinnya sudah cukup...oh ya...tambahan ketinggalan data....bagi kendaraan yang wajib mengkonsumsi PERTAMAX / PLUS...berdasarkan pamplet Pertama...PErtamax ada di jual Di POm Bensin.....sebelum simpang Pematang tadi......

di Kanan kiri jalan...mulai di jumpai...beberapa warung makan...(level "warung" mungkin menunjukkan bahwa...kelasnya masih di bawah "rumah makan" baik dari segi jumlah kursi maupun menu yang ada...) dan masih nampak sangat sederhana sekali....karena sifatnya usaha rumahan.....(atau mungkin "uda/uni" dari Minang belum banyak menjelajah jalur ini....h.h.h.h...) aku yakin sebentar lagi akan segera bercokol....Begadang../ atau siang malam......ayo buruan siapa mau invest........)

Setelah menepi di salah satu Warung Makan.....(bebek goreng...) dimana kita cuma numpang pipis....dan beli kratingdaeng...plus.....karena warung-nya sepertinya kurang comfort, maka perjalanan di teruskan

Mulusnya jalur pantai timur......berakhir sementara...hingga Way Jepara...(daerah konservasi Gajah...), karena mulai memasuki Way Jepara....kita memasuki jalur jalan lama......yang kondisinya sebagian masih under renovasion....dan agak menyempit.....sehingga kecepatan agak berkurang....apalagi kalo sampai terjebak dengan konvoinya...truk-truk....Jam menunjukkan pukul 12.30....an...kita harus sedikit kucing-kucingan dengan pantat truk/bis/motor.....kanan-kiri jalan.....banyak terdapat surau / langgar / masjid....

Jalur setelah way jepara...agak menuntut kehati-hatian kita...karena banyak melibatkan persimpangan...., meskipun sudah ada penunjuk jalan , nmaun sifatnya sangat darurat...dan bisa berakibat patal kalo salah jalan......karena itu...bila harus berjalan malam.....harus lebih awas....kagek kesasar.....

setelah 1/2 jam dari jepara...barulah kita.....menemukan ...apa yang dimaksud dengan pantai..timur...sumatera....karena ciri-ciri pantai..sudah mulai terlihat...dengan banyaknya unggukan-unggukan pasir...di kanan kiri jalan, tadi kami sempat terkeco...di kira jalanya dalam masa konstruksi...namun setelah di lihat ke arah kiri jalan...terlihat nyiur melambai...., meskipun belum ada bibir pantai yang nanmpak......dan ciri selanjutnya adalah semakin banyak truk-truk besar mengangkut pasir pantai untuk di bawak di jawa maupun ke lampung sendiri..,.. jalannan menyusuri pantai sangat lebar, lurus dan mulus, serta agak sedikit berpasir.....(tapi jangan dibayangkan segera menemukan pemandangan pantai.....) karena pantainya sendiri mungkin masih bebera puluh meter di belakang...rumah / kebun di arah pantai...., bibir pantai baru kita lihat bila melewati jembatan/sungai....jalannya sangat landai......da kecepatan bisa di pacu..., namun tetap dengan kewaspadaan yg tinggi akan...keluar masuk mobil...

kalo melewati jalur biasa ( bandar lampung - tarahan - kalianda - bakauhuni..) kita biasanya naik turun bukit, maka di jalur pantai timur...jalannya landai...lurus...lebar...santai.....hingga sekitar 10 KM sebelum pintu pelabuhan Bakauheni...baru menemukan jalanan berbukit...

Rencana semula, kami ingin ISHOMA di restauran..Ayam Goreng..di daerah Kalianda...yang mana ada mesjid dan ada maenan anak-anak..., namun tepat di KM 459 jam 14.00 kami tiba-tiba muncul di bukit SIGER..dan rencana ISHOMA di kalianda di batalkan karena...begitu melihat pintu pelabuhan Bakauheni...segala lapar dahaga...agak terobati...dan kamipun segera memasuki areal pelabuhan yang masih nampak sepi....dan setelah bayar Pas Naik Kapal seharga...Rp. 201.500,- (harga ini harga borongan,, tidak melihat jumlah penumpang lagi......bagus sekali caranya..) kami segera di tunggu di dermaga III, karena KMP BARUNA I menanti penumpang kendaraan terakhir yang akan segera di berangkatkan....kamipun jam 14.15.....segera berlayar ke tanah......jawa.......

Remaks
PLG-SP JALUR PANTAI TIMUR = 259 KM = 4 jam 45 menit
SP JALUR PANTAI TIMUR - BAKAUHENI = 200 KM = 3 Jam 15 Menit
PLG - BAKAUHENI = 459 KM = 8 Jam
Rata-rata kecepatan = 57,5 KM/Jam